POST TERBARU

HAKIKAT MANUSIA DALAM DAKWAH

(Filsafat Dakwah) Oleh : Abidah Khoirun Nizami Dalam kajian Filsafat Dakwah, pemahaman tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting. Dakwah bukan sekadar proses penyampaian pesan keagamaan, melainkan interaksi yang melibatkan subjek (da’i) dan objek (mad’u) yang sama-sama manusia. Oleh karena itu, memahami siapa manusia, bagaimana potensi dan keterbatasannya, serta bagaimana dinamika batinnya, menjadi kunci keberhasilan dakwah itu sendiri. Secara filosofis, manusia adalah makhluk multidimensional. Ia tidak hanya terdiri dari aspek fisik, tetapi juga memiliki dimensi akal, hati, dan ruh. Dalam perspektif Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi kebaikan (fitrah), namun juga memiliki kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Dualitas ini menunjukkan bahwa manusia bukan makhluk yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk, melainkan makhluk yang terus berada dalam proses menjadi. Inilah yang menjadikan dakwah relevan: sebagai upaya mengarahkan potensi man...

Memilih Bertahan


Dan aku memilih bertahan
Mengapa?
Karena aku percaya,
sepercaya yang tak bisa
ku ungkapkan.
.
Lagi lagi mengapa?
Karena aku menemukan,
apa yang selama ini aku inginkan.
.
Sesakit apapun,
Sememperjuangkan apapun,
Seberapa banyak sabar yang
akan kuhadapi,
aku memilihnya sendiri.
.
Mungkin sebagian orang
menganggapku aneh,
Karena di saat aku bisa memilih
pilihan lain yang terlihat jauh
lebih menjanjikan kepastian.
Yang lebih siap.
.
Tapi, aku memilih dia.
ada alasan yang tak ku
temukan pada lainnya.
Ada makna yang hanya
Kutemukan padanya.
Pada dia, yang saat ini aku sedang
Memperjuangkan nya melalui doa.
.
Sejak pertama,
aku mengetahui ada yang layak aku
perjuangkan dengan sabar,
dengan usaha dalam doa.
.
Mungkin ketika terbaca ini hanya
Tulisan seorang yang sedang jatuh
cinta seorang yang angan-angannya
terlalu panjang.
Tapi aku tak perduli.
Jalan saja.
Ikuti kata hati.
.
Setiap hari, aku tak pernah
berharap apapun padanya.
Sebab aku begitu sadar,
sepenuhnya dia dalam
genggaman-Nya.
Dia adalah milik-Nya.
Sebab aku begitu sadar,
hatinya bisa kapan saja berubah
sesuai kehendak-Nya.
.
Karena itu,
aku menyerahkan semua pada Nya
Apapun nanti, terserah pada Nya
Membersamakan ku dengan dia atau tidak,
sebaik baik pilihan adalah pilihan-Nya.
.
Dan biarkan aku bersabar dengan
menjaga harap,
menjaga diri,
menjaga hati,
sebaik baiknya yang aku mampu.
Aku akan tetap berusaha
Memperjuangkan nya.
.
.
-SenjaSelena-

Komentar

POPULER

Teknologi dalam Worldview Islam: Internet of Things (IoT) - Menghubungkan Kehidupan Spiritual dengan Teknologi Modern (Abidah NIzami)