Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

POST TERBARU

HAKIKAT MANUSIA DALAM DAKWAH

(Filsafat Dakwah) Oleh : Abidah Khoirun Nizami Dalam kajian Filsafat Dakwah, pemahaman tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting. Dakwah bukan sekadar proses penyampaian pesan keagamaan, melainkan interaksi yang melibatkan subjek (da’i) dan objek (mad’u) yang sama-sama manusia. Oleh karena itu, memahami siapa manusia, bagaimana potensi dan keterbatasannya, serta bagaimana dinamika batinnya, menjadi kunci keberhasilan dakwah itu sendiri. Secara filosofis, manusia adalah makhluk multidimensional. Ia tidak hanya terdiri dari aspek fisik, tetapi juga memiliki dimensi akal, hati, dan ruh. Dalam perspektif Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi kebaikan (fitrah), namun juga memiliki kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Dualitas ini menunjukkan bahwa manusia bukan makhluk yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk, melainkan makhluk yang terus berada dalam proses menjadi. Inilah yang menjadikan dakwah relevan: sebagai upaya mengarahkan potensi man...

TERIMA KASIH TELAH PERGI

Gambar
Terima kasih telah pergi... Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu kau cemaskan lagi. Aku sudah ditemukan oleh seseorang. Yang seperti do'amu dulu sebelum pergi meninggalkanku; yang akan benar-benar menyayangiku.. Yang akan benar-benar mencintaiku.. Kini aku menemukannya.. Seseorang yang mencintaiku sebesar cintaku padamu dulu, bahkan lebih. Didalam do'aku namamu telah digantikan oleh nama yang baru.. Terima kasih telah pergi.. Caramu menyakitiku kemarin, adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengannya ;Hari ini.🌷 <span style="display:none">IBX5ABED5C5F4014</
"Hidup mengalir seperti sungai & berirama ibarat  lagu . Naik turunnya hidup sama seperti not-not pada setiap lagu. Not-not hidup itu akan  menjadikan kehidupan selalu hidup dan bermakna ."
Aku hanya ingin kau tau Aku hanya ingin kau bahagia walaupun bahagiamu bersamanya... Aku ingin mendengar tawa itu walau alasan dari tawamu bukan lagi aku. Mungkin .. aku tak akan pernah menyatakan perasaan ini padamu. Karena dengan mengatakannya .. hal itu akan menjadikanmu tak pernah menjadi kamu. Bersamamu aku mengerti , memiliki bukan arti dari sebuah cinta yang aku pahami .. karena dengan tetap menjadi sahabatmu... Aku akan selamanya memilikimu tanpa mengenal sakit hati... Karena dengan menjadi kawan baikmu... Aku bisa mencintaimu lebih dari seorang kekasih.. Dan karna hanya berada disampingmu... Diriku .. tak pernah menjadi aku. Penghujung Sore bersama hujan~ Bandung, 15 November 2017

DATABASE DAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE BAGI ORGANISASI DAKWAH

ISI 1.1           P engertian Database bagi Organisasi Dakwah. 1.2           Karakteristik Database bagi Organisasi Dakwah. 1.3           Langkah-langkah Menyusun Database bagi Organisasi Dakwah. 1.4           Alat Komunikasi Penyusunan Database bagi Organisasi Dakwah. 1.1               Pengertian Database bagi Organisasi Dakwah a.                    Pengertian Data Base Basis data adalah istilah dari bahasa Inggris yaitu database, terdiri dari dua istilah yaitu: Basis, dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Data, representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai,...

PEMIKIRAN MODERN ISLAM IMAM KHOMEINI

BAB I PENDAHULUAN A.   LATAR BELAKANG Pada akhir tahun 70-an dunia diguncangkan oleh sebuah revolusi yang digerakkan oleh seorang ulama.  Republik Iran yang begitu kuat di bawah kepemimpinan Syah akhirnya harus tumbang melalui perjuangan panjang ulama tersebut. Ulama itu, tak lain adalah Imam Khomeini, seorang sufi, teolog, fakih, filosof dan sekaligus politikus. Seorang pribadi besar, yang kokoh dalam pendirian dan keteguhan perjuangan menegakkan  amar ma’ruf nahi munkar  tanpa mengenal putus asa. Ayatullah Khomeini lahir di Khomein. Khomein, merupakan dusun yang berada di Iran tengah. Keluarga Khomeini adalah keluarga Sayyid Musawi, keturunan Nabi melalui jalur Imam ketujuh Syi’ah, Imam Musa Al-Kazhim. Mereka berasal dari Neysyabur,  Iran timur laut. Pada awal abad kedelapan belas, keluarga ini bermigrasi ke India, dan mukim di kota kecil Kintur di dekat Lucknow di kerajaan Qudh, yang penguasanya adalah pengikut Syi’ah Dua Belas Imam. Kakek...