Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

POST TERBARU

HAKIKAT MANUSIA DALAM DAKWAH

(Filsafat Dakwah) Oleh : Abidah Khoirun Nizami Dalam kajian Filsafat Dakwah, pemahaman tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting. Dakwah bukan sekadar proses penyampaian pesan keagamaan, melainkan interaksi yang melibatkan subjek (da’i) dan objek (mad’u) yang sama-sama manusia. Oleh karena itu, memahami siapa manusia, bagaimana potensi dan keterbatasannya, serta bagaimana dinamika batinnya, menjadi kunci keberhasilan dakwah itu sendiri. Secara filosofis, manusia adalah makhluk multidimensional. Ia tidak hanya terdiri dari aspek fisik, tetapi juga memiliki dimensi akal, hati, dan ruh. Dalam perspektif Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi kebaikan (fitrah), namun juga memiliki kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Dualitas ini menunjukkan bahwa manusia bukan makhluk yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk, melainkan makhluk yang terus berada dalam proses menjadi. Inilah yang menjadikan dakwah relevan: sebagai upaya mengarahkan potensi man...

HAKIKAT MANUSIA DALAM DAKWAH

(Filsafat Dakwah) Oleh : Abidah Khoirun Nizami Dalam kajian Filsafat Dakwah, pemahaman tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting. Dakwah bukan sekadar proses penyampaian pesan keagamaan, melainkan interaksi yang melibatkan subjek (da’i) dan objek (mad’u) yang sama-sama manusia. Oleh karena itu, memahami siapa manusia, bagaimana potensi dan keterbatasannya, serta bagaimana dinamika batinnya, menjadi kunci keberhasilan dakwah itu sendiri. Secara filosofis, manusia adalah makhluk multidimensional. Ia tidak hanya terdiri dari aspek fisik, tetapi juga memiliki dimensi akal, hati, dan ruh. Dalam perspektif Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi kebaikan (fitrah), namun juga memiliki kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Dualitas ini menunjukkan bahwa manusia bukan makhluk yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk, melainkan makhluk yang terus berada dalam proses menjadi. Inilah yang menjadikan dakwah relevan: sebagai upaya mengarahkan potensi man...

BEGINILAH DAKWAH: ANTARA DOKTRIN DAN REALITAS

(FILSAFAT DAKWAH) Oleh : Abidah Khoirun Nizami Dakwah dalam perspektif Islam bukan sekadar aktivitas menyampaikan ajaran agama, melainkan sebuah proses transformasi sosial yang menyentuh dimensi spiritual, intelektual, dan kultural manusia. Dalam kajian Filsafat Dakwah, dakwah tidak hanya dipahami sebagai kewajiban normatif yang bersumber dari teks-teks suci, tetapi juga sebagai fenomena yang hidup dalam realitas masyarakat yang dinamis. Oleh karena itu, muncul ketegangan sekaligus dialog antara doktrin yang bersifat ideal dan realitas yang sering kali kompleks dan tidak ideal. Esai ini berupaya mengkaji bagaimana dakwah berada di antara dua kutub tersebut: sebagai doktrin ilahiah dan sebagai praktik sosial yang kontekstual. Secara doktrinal, dakwah berakar pada perintah agama untuk mengajak manusia kepada kebaikan (al-khair), amar ma’ruf nahi munkar, serta  ادع الى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة "menyeru kepada jalan Tuhan dengan hikmah dan pelajaran yang baik". Dalam tata...