Langsung ke konten utama

Sahabat Itu??


Sahabat itu..??
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan.
Justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya,  sahabat tidak akan pernah membungkus pukulan dengan kecupan.

Tetapi,
Menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka,  dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan,  didengar - diabaikan, dibantu - ditolak..

Namun,
Semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelehkan dan menjengkelkan,  tetapin itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang Indah dan damai.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan,  tetapi persahabatan sejati dapat mengatasi cobaan itu,  bahkan tumbuh bersama karnanya.  Persahabatan tidak terjalin secara otomatis, tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi,  seolah menajamkan besi, demikianlah sahabat dia akan menajamkan sahabatnya..  ðŸ˜Š

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Ketaatan dan Luka

Di banyak ruang pendidikan, ketaatan sering diajarkan sebagai nilai utama. Menghormati guru, mendengar tanpa membantah, dan percaya tanpa ragu. Nilai-nilai itu, pada dasarnya, tidak salah. Namun, dalam kondisi tertentu, ketaatan bisa berubah menjadi sesuatu yang lain sesuatu yang tidak lagi melindungi, tetapi justru melukai. Kasus yang belakangan muncul di sebuah Pondok Pesantren di Pati, menghadirkan pertanyaan yang tidak sederhana. Bagaimana mungkin ruang yang dibangun atas dasar kepercayaan, justru menjadi tempat terjadinya pelanggaran? Di sinilah kita mulai melihat bahwa ketaatan, ketika tidak diiringi dengan kesadaran dan batas, dapat berubah menjadi ketundukan yang berisiko. Bagi sebagian korban, posisi mereka tidak memungkinkan untuk menolak. Bukan karena tidak tahu, tetapi karena tidak memiliki ruang untuk berkata tidak. Dalam kajian sosial, kondisi ini dikenal sebagai power imbalance atau disebut ketimpangan antara pihak yang memiliki otoritas dan pihak yang bergantung padanya...

Teknologi dalam Worldview Islam: Internet of Things (IoT) - Menghubungkan Kehidupan Spiritual dengan Teknologi Modern (Abidah NIzami)

  Internet of Things: Menghubungkan Kehidupan Spiritual dengan Teknologi Modern Teknologi dalam Worldview Islam: Internet of Things (IoT) - Menghubungkan Kehidupan Spiritual dengan Teknologi Modern Teknologi telah mengalami perkembangan yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, teknologi digital memainkan peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia, merambah hampir semua sektor, dari ekonomi hingga pendidikan, dan bahkan kehidupan spiritual. Salah satu inovasi teknologi yang sangat mencolok adalah konsep Internet of Things (IoT), yang mengacu pada interaksi antara perangkat fisik dengan internet untuk saling bertukar data secara otomatis. Ketika teknologi dan spiritualitas bertemu, muncul pertanyaan penting: bagaimana teknologi modern dapat digunakan untuk memperkaya dan mendukung kehidupan spiritual dalam konteks ajaran Islam? Pertanyaan ini menjadi relevan karena umat Muslim di seluruh dunia semakin terhubung dengan teknologi dala...

HUJAN DAN SENJA (2)

  Hujan : Kenapa terus melihatku dari tadi? Senja : Aku nggak sedang melihatmu. Hujan : Bohong. Senja : Aku sedang menatapmu, bukan sekadar melihatmu, aku sedang menggugurkan rinduku. Hujan : Curang Senja : Kenapa? Hujan : Bisakah aku juga diberi kesempatan menatapmu? Bisakah rinduku juga digugurkan? Senja : Jadi, kamu rindu aku? Hujan : Menurutmu? Senja : Akhirnya kamu mau bilang rindu, tidak gengsi. Hujan : Senja, jangan meledek terus. Senja : *tertawa sembari memeluk hujan*