POST TERBARU

HAKIKAT MANUSIA DALAM DAKWAH

(Filsafat Dakwah) Oleh : Abidah Khoirun Nizami Dalam kajian Filsafat Dakwah, pemahaman tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting. Dakwah bukan sekadar proses penyampaian pesan keagamaan, melainkan interaksi yang melibatkan subjek (da’i) dan objek (mad’u) yang sama-sama manusia. Oleh karena itu, memahami siapa manusia, bagaimana potensi dan keterbatasannya, serta bagaimana dinamika batinnya, menjadi kunci keberhasilan dakwah itu sendiri. Secara filosofis, manusia adalah makhluk multidimensional. Ia tidak hanya terdiri dari aspek fisik, tetapi juga memiliki dimensi akal, hati, dan ruh. Dalam perspektif Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi kebaikan (fitrah), namun juga memiliki kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Dualitas ini menunjukkan bahwa manusia bukan makhluk yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk, melainkan makhluk yang terus berada dalam proses menjadi. Inilah yang menjadikan dakwah relevan: sebagai upaya mengarahkan potensi man...

TATA CARA ZIARAH KUBUR





A.    Ziarah Kubur dalam Islam
Ziarah kubur adalah aktivitas mengunjungi kuburan seseorang yang sudah meninggal dan didalamnya terdapat aktivitas mendoakan mereka yang sudah meninggal tersebut. Beberapa ditambahkan pada aktivitas menaburkan bunga atau menyiramkan air diatas tanah kuburan.
            Pelaksanaan ziarah kubur dalam islam dilaksanakan dan menjadi kebiasaan saat menjumpai bulan Ramadhan atau Idul Fitri. Hal ini sebetulnya tidak wajib dilakukan saat waktu tersebut. Siarah kubur dapat dilaksanakan kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Walaupun sering dan menjadi kebiasaan, ziarah kubur tentu bukan ibadah yang bersifat wajib dan berdosa jika tidak dilakukan. Ritual ini memiliki keutamaan dan hikmah bagi mereka yang dapat memahami maknanya.

B.     Hikmah Ziarah Kubur
Sering kali, tanpa mengunjungi ziarah kubur manusia terlena dengan kehidupan dunia, sedangkan ia tidak mengingat akan adanya kematian. Dengan ziarah kubur, setidaknya manusia akan mengingat bahwa dirinya secara jasad akan terurai tanah sedangkan jiwa atau ruh nya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. saat alam pengisaban nanti.

C.    Pelaksanaan dan Tata Cara Ziarah Kubur
Agar ritual ziarah kubur dapat memberikan hikmah sekaligus sarana manusia sebagaimana orientasi dari ziarah kubur. Maka ada pelaksanaan dan tata cara yang perlu diingat dilakukan. Berikut adalah tata cara ziarah kubur :
a.       Membacakan Salam
Rasulullah mengajarkan untuk mengucapkan salam ketika masuk ke dalam kuburan :
الَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَاأهْلَ اْلقُبُوْرِ مِنَ المْسْلِمِيْنَ وَالمُؤْمِنِيْنَ يَغْفِرُ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ إِنْشَاءَ الله بِكًمْ لاَحِقُوْنَ



b.      Tidak duduk diatas kuburan dan menginjaknya
“ Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk diatasnya” (HR. Muslim)
      Hadits ini melarang agar tidak shalat atau meminta apapun dikuburan pada mayit, termasuk duduk diatasnya. Hal ini meghindari manusia beribada pada kuburan dan berubah orientasi pelaksanaan ziarah kubur.

c.       Tidak memohon pertolongan atau bantuan pada mayit
Allah SWT. memerintahkan manusia untuk meminta pertolongan langsung pada Allah dan akan mengabulkannya sebagaimana kehendaknya. Meminta pertolongan dan bantuan pada mayit atau kuburan akan membuat manusia bisa bergeser penyembahannya atau pengagungannya bukan lagi pada Allah melainkan pada mayit atau kuburan.


Semoga kita semuanya senantiasa mengingat kematian dan hari kiamat, serta digolongkan Allah SWT. sebagai orang-orang yang beruntung karena kehidupan dunia yang sibuk untuk akhirat. Memperbanyak mengingat kematian dan ritual ziarah kubur menjadi hal yang bijak jika dapat menjadikannya sebagai ritual untuk meningkatkan keimanan serta persiapan diri menuju kemarian yang khusnul khatimah.

Komentar

POPULER

Teknologi dalam Worldview Islam: Internet of Things (IoT) - Menghubungkan Kehidupan Spiritual dengan Teknologi Modern (Abidah NIzami)

HAKIKAT MANUSIA DALAM DAKWAH